skip to main | skip to sidebar

Barokah Kehidupan

Mencari Barokah Kehidupan dengan Semanfaat Mungkin untuk Sebanyak-banyak makhluk...

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • About Us
  • Archives
  • Contact Us

20 Feb 2013

Cara Membuat Buku Teks Pelajaran

Diposting oleh Unknown di 14.40
KESIMPULAN YANG KAMI DAPAT DARI 5 ARTIKEL YANG KAMI BACA BERJUDUL
“PENULISAN BUKU TEKS PELAJARAN”


Bahan ajar merupakan media penting bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Tanpa bahan ajar, tampaknya guru akan mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi pembelajaran. Pada prinsipnya, guru harus selalu menyiapkan bahan ajar dalam pelaksanaan proses pembelajaran.
Pada umumnya, bahan ajar telah tersedia di berbagai toko buku. Bahan ajar yang dikemas dalam bentuk buku teks pelajaran ditulis oleh para pakar dan praktisi dari latar mata pelajaran atau bidang studi. Menulis bahan ajar tidak boleh dilakukan sembarangan, tetapi harus mengikuti kaidah penulisan bahan ajar yang standar. Oleh karena itu, tidak semua guru mengetahui dan memahami bagaimana menulis atau menyusun bahan ajar yang baik.

A. APA ITU BUKU TEKS

Pengertian buku teks telah banyak dikemukakan para ahli, Tarigan dan Tarigan (1993: 11-13) menyimpulkan; (a) buku teks itu selalu merupakan buku pelajaran yang ditujukan bagi siswa pada jenjang pendidian tertentu; (b) buku teks itu selalu berkaitan dengan bidang studi tertentu; (c) buku teks itu selalu menampilkan buku yang standar (d) buku teks itu biasanya disusun dan ditulis oleh para pakar; (e) buku teks itu ditulis untuk tujuan pembelajaranl tertentu; (f) buku teks biasanya juga dilengkapi dengan sarana pembelajaran; dan (g) buku teks itu selalu ditulis untuk menunjang sesuatu program pembelajaran.
Menurut Kamaruddin (1999:1), bahan ajar bukan sekadar alat bagi guru untuk mengajar siswa. Namun, yang lebih penting ialah buku sebagai sumber yang digunakan siswa agar ia belajar. Bahan ajar pada umumnya dikemas ke dalam buku ajar atau buku teks. Buku teks hendaknya terpaut dengan kurikulum yang dioperasikan pada jenis dan jenjang pendidikan tertentu. Buku teks yang digunakan seyogianya mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

B. PRINSIP- PRINSIP PEMBUATAN BUKU TEKS PELAJARAN

Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan buku antara lain prinsip relevansi, konsistensi dan kecukupan
· Prinsip relevansi artinya keterkaitan, materi yang ditulis hendaknya relevan dengan pencapaian standar kompetensi yang ingin dicapai
· Prinsip konsistensi artinya keajegan, jika kompetensi dasar yang harus dikuasai empat macam maka bahasan yang ada pada buku juga harus meliputi empat macam.
· Prinsip kecukupan artinya materi yang diajarkan hendaknya mencukupi dalam membantu peserta diklat mengusai kompetensi yang akan diajarkan, materi tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak, jika terlalu sedikit akan kurang membantu mencapai kompetensi standar sebaliknya jika terlalu banyak akan membuang buang waktu dan tenaga yang tidak perlu untuk mempelajarinya


C. KETENTUAN KETENTUAN PEMBUATAN BUKU TEKS PELAJARAN
Buku merupakan sekumpulan informasi pengetahuan yang dapat dijadikan pedoman atau sumber pengetahuan, maka dalam penulisan buku teks Pelajaran diperlukkan beberapa ketentuan agar buku yang disusun memberikan informasi yang utuh, adapun ketentuannya adalah :
· persyaratan yang berkaitan dengan isi
1. Memuat sekurang kurangya materi minimal yang harus dikuasai peserta didik/diklat
2. Relevan dengan tujuan dan sesuai dengan kemampuan yang akan dicapai
3. Sesuai dengan ilmu pengetahuan yang bersangkutan
4. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
5. Sesuai dengan jenjang dan sasararan
6. Isi dan bahan mengacu pengembangan konsep, prinsip, teori
7. Tidak mengandung muatan politis maupun hal yang berbau sara
· Persyaratan penyajian
1. Uraian teratur sesuai dengan urutan setiap bab
2. Ualing memperkuat dengan bahan lain dan kontekstual
3. Menarik minat dan perhatian sasaran pembaca
4. Menantang dan merangsang untuk dibaca dan dipelajari
5. Mengacu pada aspek koginitif, afektif dan psikomotor
6. Penyajian yang menggunakan bahasan ilmiah dan formal
· Persyaratan yang berkaitan dengan bahasa
1. Menggunakan bahasa Indonesia yang benar
2. Menggunakan kalimat yang sesuai dengan kematangan dan perkembangan sasaran pembaca
3. Menggunakan istilah, kosakata, indeks, symbol yang mempermudah pemahaman
4. Menggunakan kata kata terjemahan yang dibakukan
· Persyaratan yang berkaitan dengan Ilustrasi
1. Relevan degan konsep, prinsip yang disajikan.
2. Tidak mengunakan kesinambungan antar kalimat. Antar bagian dan antar paragraph.
3. Merupakan bagian terpadu dari bahan ajar
4. Jelas, baik dan merupakan hal-hal esensial yang membantu memperjelas materi

D. BAGIAN-BAGIAN DARI BUKU TEKS PELAJARAN
Umumnya buku terdiri dari tiga bagian yang mencakup :
· Bagian awal yang berisi :
1. Halaman cover, bersisi tentang judul, pengarang, gambar sampul , nama departemen, tahun terbit.
2. Halaman judul , berisi judul, pengarang/penulis, gambar sampul, tahun terbit, nama depertemen
3. Daftar isi, yang membuat, judul bab, sub bab, dan nomor halaman
4. Daftar lain seperti : daftar gambar, daftar table, daftar lampiran.

· Bagian isi
Bagian ini berisi bab-bab, dan setiap bab terdiri sub bab-sub bab dan pokok pokok bahasan yang menjadi inti naskah buku dan memuat uraian penjelasan, proses operasional atau langkah kerja dari setiap bab maupun sub bab. Dengan demikian paragraf merupakan unit terkecil suatu pokok bahasan. Paragraf tersebut harus saling mendukung dan merupakan suatu kesatuan yang koheren. Apabila diperlukan penjelasan dan uaraian dari masing-masing bab dilengkapi dengan table, bagan, gambar dan ilustrasi lain. pada baigian isi buku dikelompokkan menjadi beberapa bab, dalam setiap bab disamping berisi informasi umumnya diakhiri dengan rangkuman dan latihan soal.
· Bagian akhir
Pada bagian akhir dari suatu buku biasanya berisi antara lain :
1. lampiran, bila lampiran lebih dari satu lembar harus diberi nomor urut arab
2. Glosarium (jika ada), kata/istilah yang berhubungan dengan uraian diktat sehingga memudahkan pemahaman pembanca
3. Kepustakaan, ada beberapa cara menulkiskan kepustakaan, namum namum demi keseragaman dipilih satu dari sekian cara tersebut, sengan ketentuan sebagai berikut :
1. Hendaknya digunakan buku acuan yang relevan dengan bahan kajian yang akan ditulis, tidak ketinggagalan perkembangan teknologi dan sesuai dengan disiplin ilmu
2. kepustakaan disusun dengan urutan abjad, urutannya sebagai berikut :
Mulyasan,E, 2003, Kurikulum Berbasis Kompetensi, Pt Remaja Rosda Karya, Bandung
1. Indeks : pencantuman indeks dimaksudkan sebagai petunjuk untuk mengetahui dengan mudah uraian suatu teori, atau fakta yang terdapat pada halaman tertentu, penulisan indeks dengan pengaturan sbb :
1) entri disusun menurut abjad dan tidak bernomor urut
2) entri diawali dengan huruf kecil , kecuali berupa nama
3) entri diikuti dengan tanda koma dan nomor halaman tempat entri berada,
Contoh :
alkohol, 12
formalin, 35

E. SISTIMATIKA PENULISAN BUKU TEKS PELAJARAN
Penulisan buku teks pelajaran hendaknya didahului dengan penyusunan kerangka penulisan. Kerangka penulisan disusun berdasarkan kosep dasar ilmu yang bersangkutan, sesuai dengan tema dan judul yang akan ditulis.
Penulis buku teks pelajaran hendaknya berpedoman pada kerangka penulisan yang telah disusun , oleh karena itu kerangka harus lengkap dan rinci untuk mempermudah penulisan, isi naskah terdiri dari bab atau unit,setiap bab diberi nomor urut dengan angka romawi dan dilengkapi dengan judul bab. Pecahan bab yang disebut subbab ditulis dengan nomor huruf arab.
F. PENGGUNANAN BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN BUKU TEKS PELAJARAN
Penulisan buku teks pelajaran hendaknya menggunakan bahasa jelas, tepat formal dan lugas. Kejelasan dan ketepatan isi dapat diwujudkan dengan menggunakan kata dan istilah yang jelas`dan tepat, kalimat yang tidak berbelit belit dan struktur alinea yang runtut,kelugasan dan keformalan gaya bahasa digunakakan dengan menggunakan kalimat fasif, hindarilah pengunaan kata kata sepeti saya kami, kemudian tuliskan kegiatan yang dilakukan penulis, seperti penulis atau peneliti tapi inipun hindari sesedikit mungkin.dalam menggunakan bahasa Indonesia baku hendaknya memperhatikan :
· Kaidah Bahasa Indonesia yang digunakan adalah ejaan yang disempunakan (EYD)
· Penerapan kaidah Ejaan
· Pemakaian tanda baca


G. PENGETIKAN NASKAH BUKU TEKS PELAJARAN
Dalam pengetikan naskah diktat ada beberapa hal yang harus diperhatikan kertas yang digunakan adalah kertas jenis HVS putih, ukuran kuarto atau polio tergantung selera tetapi umunya ukuran kuarti, mbidang pengetikan pun berjaeak 4 cm dari tepi kiri, dan 3 cm tepi atas, tepi kanan dan tepi bawah, sebuah alinea tidak dimulai pada bagian halaman yang hanya memuat kurang dari tiga baris.
Diktat ditulis dengan computer yang baku baik jenis huruf maupun ukuran hurufnya, pengetikan dengan menggunakan rata kanan dan tidak boleh mengorbankan aturan spasi atarkata dalam teks. pelajaran
Awal alinea diketik npada ketukan keenam dari batas kiri bidang pengetikan . sesudah tand baca titik, titik dua, titik koma, dan koma hendaknya diberi satu ketikan kosong. Istilah tertentu yang belum lazim ditulis digaris bawahi atau ditulis dengan huruf miring. Dalam pengetikan juga harus diperhatkan antara lain :
· Jenis dan ukuran huruf
· modus huruf
· spasi
· tablel dan gambar

H. ILUSTRASI DAN PERWAJAHAN
Buku teks walaupun dibuat oleh seorang guru, maupun widyaiswara yang pada jaman komputer belum banyak dipergunakan ilustrasi dibuat dengan gambar maupun foto dilakukan oleh tenaga ahli tertentu yang biasa desebut ilustrator, tetapi setelah komputer banyak digunakan, karena fasilitas untuk pemakaian ilustrasi ada pada komputer , ilustrasi bisa ditulis dan diatur sendiri, karena pengeditan dan perancangan wajah sudah ada fasilitasnya dalam hal ilisutrasi seorang penulis buku teks haris memperhatikan masalah masalah :
· Format buku teks pelajaran agar enak dibaca
· Tata letak untuk mempermudah pemahaman isi buku dan mendapatkan kenyamanan membaca.
· Tipografi yang menyangkut nama dan jenis huruf, panjang baris, ukuran huruf
· ilustrasi agar sajian visual yang tidak mungkin disampaikan dengan kata dapat disajikan dengan gambar, ilustrasi sangat menarik jika berupa foto foto yang berwarna..

I. PETUNJUK TEKNIS PENULISAN BUKU TEKS PELAJARAN
Untuk melakukan penulisan buku teks, dibawah ini ada beberapa petunjuk praktis yang dapat dijadikan pedoman penulisan antara lain
· Hal hal yang harus diperhatikan :
1. berilah jarak 3 spasi antara table atau gambar dengan teks sebelum dan sesudahnya
2. judul table atau gambar diketik pada halaman yang sama dengan table atau gambarnya, penyebutan menggunakan table atau gambar
3. tepi kanan teks tidak harus rata , oleh karena itu kata pada akhir baris tidak harus dipotong. Jika terpaksa dipotong tanda hubungnya ditulis setelah huruf akhir, tanpa disisipi spasi, bukan diletakkan dibawahnya
4. tempatkan nomor halaman di pojok kanan atas pada setiap halaman , kecuali pada halaman pertama setiap bab dan halaman bagian awal.
5. Semua nama pengarang dalam daftar rujukan harus ditulis.
6. Nama awal atau nama tengah dapat disingkat asalkan dilakuan secara konsisten
· Hal hal yang tidak boleh dilakukan :
1. Tidak boleh ada bagian yang kosong pada akhir halaman kecuali jika halaman tersebut merupakan akhir bab
2. Tidak boleh memotoing table atau gambar
3. Tidak boleh memberi garis vertikal antara kolom pada table kecuali terpaksa
4. Tidak boleh memberi tanda apapun sebagai tanda berakhirnya suatu bab
5. Tidak boleh menempatkan sub judul dan identitas table pada akhir halaman
6. Rincian tidak boleh menggunakan tanda hubung (-) tetapi menggunakan bullet (*) untuk penulisan yang dilakukan dengan menggunakan komputer.
7. Tidak boleh menambah spasi antarkata dalam suatu baris yang bertujuan meratakan tepi kanan
8. Daftar rujukan tidak boleh diletakkan di kaki halaman atau akhir setiap bab, daftar rujukan hanya dapat ditempatkan setelah bab akhir
J. Berikut beberapa tips yang diperlukan bagi siapa saja yang akan menulis buku teks pelajaran.

1. Pahami dan kuasai terlebih dahulu kurikulum. Meskipun kurikulum hampir setiap tahun berubah. Namun, itu menjadi acuan utama, agar isi buku nantinya tidak melenceng jauh dari kurikulum.
2. Menulislah buku teks berdasarkan latarbelakang pendidikan kita. Bila Anda lulusan Pendidikan Biologi menulislah buku teks pelajaran Biologi. Demikian pula bila Anda lulusan pendidikan agama Islam, menulislah buku PAI. Secara tidak langsung itu akan memudahkan Anda dalam menulis.
3. Bila Anda kesulitan menulis sendiri, mintalah kolega guru yang mengajar pelajaran yang sama untuk menulis bersama. Ini dimungkinkan, karena buku pelajaran membenarkan hasil karya beberapa orang.
4. Kirimkanlah ke pusat perbukuan bila memang ingin mendapatkan penilaian dan dibeli hak ciptanya oleh pemerintah. Atau bila dikirimkan ke penerbit, kirimkanlah ke penerbit yang memang menerbitkan buku pelajaran.
5. Bila telah diterima oleh penerbit. Pantau dan senantiasa berkomunikasi dengan penerbit sejauh mana perkembangannya. Agar bila nantinya tidak diterbitkan maka dapat dipindahkan ke penerbit lainnya.
6. Selain naskah, hendaknya disertai dengan foto-foto yang mendukung. Buku teks pelajaran sekarang ini tidak diperbolehkan untuk menggunakan ilustrasi berupa gambar (lukisan). Tetapi menggunakan foto. Dalam buku pelajaran olahraga, gerak dan contoh harus menggunakan foto. Demikian juga untuk menjelaskan mengenai tumbuhan.
7. Turutlah mengedit tulisan dengan editor penerbit. Karena ada juga penerbit yang tidak memiliki editor khusus buku pelajaran. Misalnya, nama-nama latin dalam pelajaran biologi misalnya, oriza sativa atau oriza satifa? Atau penulisan nama orang, apakah Archimides atau Archimedes?
8. Selain tulisan ada juga penanda atau lambang tertentu pada pelajaran tertentu. Misalnya tanda sigma, sinus, kubik, dll.
9. Apabila diperlukan, mintalah editor ahli dari pihak luar. Misalnya dari ahli bahasa untuk pelajaran bahasa, atau guru besar biologi, fisika, matematika, dll

K. Penulisan Buku Text Pelajaran Menurut Rancangan Undang-Undang Republik Indonesia
BAB V
PENULISAN NASKAH BUKU

Bagian Kesatu
Umum

Pasal 33
Penulisan naskah buku meliputi penulisan, penerjemahan, penyaduran, pengilustrasian, perancangan tata letak, dan penyuntingan.
Pasal 34
Naskah buku meliputi karangan asli, terjemahan, saduran, dan ciptaan lain.
Bagian Kedua
Penulisan

Pasal 35
(1) Pemerintah, pemerintah daerah dan/atau masyarakat dapat memberikan bantuan dana untuk pembuatan penulisan buku yang dilakukan oleh penulis dalam bentuk hibah.
(2) Penggunaan bantuan dana hibah oleh penulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan perjanjian hibah dan peraturan perundang-undangan.

Pasal 36
(1) Penulisan naskah buku teks pendidikan formal dan pendidikan non-formal ditulis oleh ahli di bidangnya oleh perorangan atau kelompok, dengan mengacu pada kaidah-kaidah penulisan buku teks.
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai kaidah-kaidah penulisan buku teks sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan Peraturan Menteri.

Bagian Ketiga
Penerjemahan

Pasal 37
Naskah hasil penerjemahan harus sesuai dengan makna dalam bahasa aslinya.

Pasal 38
Buku yang diterjemahkan untuk keperluan pendidikan diutamakan untuk meningkatkan akhlak mulia, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kebudayaan.

Pasal 39
Penyeleksian buku yang akan diterjemahkan dengan biaya APBN atau APBD dilaksanakan oleh Badan Perbukuan.

Bagian Keempat
Penyaduran

Pasal 40
Naskah hasil penyaduran harus sesuai dengan makna dalam bahasa aslinya.

Pasal 41
Buku yang disadur untuk untuk keperluan pendidikan diutamakan untuk meningkatkan akhlak mulia, pendidikan karakter, pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan/atau kebudayaan.
Pasal 42
Penyeleksian buku yang akan disadur dengan biaya APBN atau APBD dilaksanakan oleh Badan Perbukuan.

Bagian Kelima
Pengilustrasian

Pasal 43
(1) Pengilustrasian buku mencakup pengilustrasian dari segi kulit dan isi buku.
(2) Pengilustrasian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus disesuaikan dengan peruntukan buku.

Bagian Keenam
Penyuntingan

Pasal 44
Naskah hasil penyuntingan harus sesuai dengan makna naskah aslinya.

Pasal 45
Penyuntingan naskah buku dapat dilakukan dari segi gagasan, bahasa, dan ilustrasi tanpa mengubah makna aslinya.

Salah satu usaha untuk meningkatkan profesionalisme guru adalah menulis bahan ajar dan buku teks pelajaran. Buku teks pelajaran adalah sumber pembelajaran yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Guru mesti selektif dalam memilih buku yang layak dan berkualitas. Untuk memacu kreativitas guru, dimungkinkan pula untuk menulis buku teks pelajaran. Penulisan buku teks pelajaran harus mengacu pada rambu penilaian yang telah ditetapkan oleh Pusat Perbukuan (Pusbuk) dan Badan Standar Nasional Pendidikan.
Dari artikel yang kami kutip dari internet, dapat kami simpulkan bahwa dalam proses penulisan buku terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan antara lain prinsip relevansi (keterkaitan), konsistensi (keajegan) dan kecukupan (materi yang diajarkan hendaknya mencukupi dalam membantu peserta diklat mengusai kompetensi yang akan diajarkan). Dalam penulisan buku text pelajaran terdapat Ketentuan-ketentuan dalam pembuatan buku teks pelajaran tersebut, ketentuannya berupa : persyaratan yang berkaitan dengan isi, penyajian, bahasa dan ilustrasi. Umumnya buku text pelajaran terdiri dari tiga (3) bagian yang mencakup :
· Bagian awal yang berisi : halaman cover, halaman judul , daftar isi, dan daftar lain seperti : daftar gambar, daftar table, daftar lampiran.
· Bagian isi, dan
· Bagian akhir Pada bagian akhir biasanya berisi antara lain : lampiran, glosarium (jika ada), kepustakaan.


Sumber
· http://aguswuryanto.wordpress.com/2010/09/02/pembuatan-buku-teks-pelajaran/
· http://kabarmuhammadiyah.blogspot.com/2010/11/menulis-buku-teks-pelajaran.html
· http://fikarsul10.blogspot.com/2012/06/makalah-penulisan-bahan-ajar-dan-buku.html
· http://rpendidikan.blogspot.com/2011/07/draft-ruu-perbukuan.html
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Diposting oleh Unknown di 06.40
Download Kitab Terjemahan Bahasa Indonesia
Download Kitab Terjemahan Bahasa Indonesia

01. Kitab Prinsip Dasar keimanan
02. Kitab Ilmu Hadist
03. Kitab Sirr AlAsrar
04. Kitab Riyadhus ShOlihin
05. Kitab Misykaatu Anwar
06. Kitab Tasyawuf
07. Kitab Futuuhul Ghaib
08. Kitab Ahlus Sunah
09. Kitab At Thariq ilal quluub
10. Kitab Dajjal yakjuj wa makjuj
11. Kitab 42 Hadist Akhir Zaman
12. Kitab Kisah Malaikat
13. Kitab Kisah 1001
12. Kitab Himpunan Hadist Qudsi
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

19 Feb 2013

Problematika Pendidikan Islam dalam Membangun Kembali Peradaban Islam

Diposting oleh Unknown di 01.08

Pendahuluan
Tradisi intelektual Islam dimulai sejak kelahiran Islam itu sendiri, secara historis tradisi intelektual dalam Islam dimulai dari pemahaman (tafaqquh) terhadap al-Qur'an yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw, wahyu pertama dalam Surah Al ‘Alaq menyuruh Nabi untuk membaca (iqro’) kemudian secara berturut-turut dari periode Makkah awal, Makkah akhir dan periode Madinah. Kesemuanya itu menandai lahirnya worldview Islam. Di dalam al-Qur'an terkandung konsep-konsep seminal yang kemudian dipahami, ditafsirkan dan dikembangkan oleh para sahabat, tabiin, tabi' tabiin dan para ulama yang datang kemudian. Konsep 'ilm yang dalam al-Qur'an bersifat umum, misalnya dipahami dan ditafsirkan para ulama sehingga memiliki berbagai definisi. Cikal bakal konsep Ilmu pengetahuan dalam Islam adalah konsep-konsep kunci dalam wahyu yang ditafsirkan kedalam berbagai bidang kehidupan dan akhirnya berakumulasi dalam bentuk peradaban yang kokoh. Jadi Islam adalah suatu peradaban yang lahir dan tumbuh berdasarkan teks wahyu yang didukung oleh tradisi intelektual. Dari konsep 'Ilm ini pula kemudian lahir berbagai disiplin ilmu pengetahuan seperti Ilmu Fiqih, Tafsir, Hadith, Falak, Hisab, Mawarits, Kalam, Tasawwuf dan sebagainya.
Dalam menggambarkan peradaban Islam Ibn Khaldun membahas secara panjang lebar, ilmu-ilmu yang berkembang dan dikembangkan di pusat-pusat kebudayaan Islam, seperti misalnya ilmu bahasa dan agama, aritmatika, aljabar, ilmu hitung dagang (bussiness arithmetic), ilmu hukum waris (fara’id), geometri, mekanik, penelitian, optik, astronomi, dan logika. Termasuk juga ilmu fisika, kedokteran, pertanian, metafisika, ramalan, ilmu kimia dan sebagainya.[1]
Konsep-konsep penting di dalam kebudayaan Barat adalah hasil adopsi dari peradaban Islam, namun kita tidak dapat mengambil kembali begitu saja konsep-konsep itu langsung dari Barat, tanpa proses –jauh panggang dari api-. Layaknya orang-orang Barat mengambil konsep-konsep itu dengan proses epistemologis yang panjang yang akhirnya menghasilkan konsep-konsep yang sudah tidak lagi dapat dikenali konsep aslinya, yaitu Islam. Hal yang sama dilakukan orang Islam ketika mengadapsi warisan Yunani. Professor Cemil Akdogan memberi contoh bahwa David Hume, yang meniru konsep dan pandangan al Ghazzali tentang hubungan kausalitas, ternyata memodifikasinya sehingga menjadi sekuler, dan hasilnya berbeda dari konsep al-Ghazzali sendiri.[2]
Peradaban adalah sebuah organisme yang sistemik, maka jatuh bangunnya suatu peradaban juga bersifat sistemik. Artinya kelemahan pada salah satu organ atau elemennya akan membawa dampak pada organ lainnya. Setidaknya antara satu faktor dengan faktor lainnya berkaitan erat sekali. Intinya, dalam pandangan Ibn Khaldun, kehancuran suatu peradaban disebabkan oleh hancur dan rusaknya sumber daya manusia, baik secara intelektual maupun moral. Oleh karena itulah merosotnya pendidikan adalah faktor utama dalam kemunduran peradaban Islam. Civitas akademika Islam merasa terpanggil untuk ikut berpartisipasi dalam membangun kembali peradaban Islam.
Banyak sekali ilmuwan-imuwan islam yang memikirkan, memusyawarahkan dan kemudian merumuskan solusi atas problematika pendidikan. Oleh sebab itulah Penulis merasa terpanggil untuk ikut serta berpartisipasi dalam menguraikan PROBLEMATIKA PENDIDIKAN ISLAM DALAM MEMBANGUN KEMBALI PERADABAN ISLAM.










Mengurai Permasalahan Umat
Perjalanan panjang peradaban Islam diwarnai oleh lahirnya ilmuwan Muslim dalam berbagai bidang dengan prestasi dalam bidang masing-masing, ini adalah salah satu ciri terpenting peradaban Islam yaitu perhatiannya terhadap ilmu pengetahuan. Salah satu pertanda kemunduran ummat Islam yang banyak disoroti adalah merosotnya prestasi cendekiawan Muslim dalam mengembangkan ilmu pengetahuan Islam. Meskipun ada pula yang menyoroti kemunduran dalam bidang ekonomi, politik dan budaya. Oleh karena itu, pada dekade ini banyak tokoh cendekiawan dan pemimpin Muslim yang perduli akan kemunduran ummat Islam yang mencoba menawarkan pemikiran pembaharuan atau strategi pembenahan kondisi ummat.
Al-Attas dalam Risalah Untuk Kaum Muslimin yang selesai ditulisnya pada awal tahun 1973, melihat bahwa kebanyakan pemimpin ummat Islam hanya memperhatikan kulit luar dari inti permasalahan yang menggiring ummat kedalam kancah ketidakberuntungan ini. Ia menyatakan :

Kini sudah jelas bagi kita kaum Muslimin bahwa akar masalah yang sedang kita hadapi ini sesungguhnya terletak pada masalah di sekitar pengertian ilmu. Akal pikiran kita telah diliputi oleh masalah sifat dan tujuan ilmu yang salah…orang Islam telah terpedaya dan secara tidak sadar telah menerima pengertian ilmu yang dianggap sama dengan pengertian kebudayaan Barat. Mereka telah memberi pengertian ilmu sesuai dengan sifat dan tabiat kepribadian mereka. Sedangkan makna ilmu itu berbeda-beda sesuai dengan agama dan kebudayaan berdasarkan pandangan hidup masing-masing. Islam pun mempunyai pandangan hidup tersendiri yang mencerminkan sifat dan tabiat kepribadiannya sendiri yang berbeda dari pandangan hidup agama dan kebudayaan lain.[3]

Apa yang disimpulkan oleh al-Attas diatas adalah benar adanya. Kalau di zaman dulu problem yang dihadapi ummat Islam adalah tantangan ekstern dan intern seperti agresi militer, instabilitias politik, keterpurukan ekonomi, kerusakan moralitas masyarakat dan pemimpin, maka di zaman kita sekarang ini tantangan ekstern dan internnya lebih kompleks dan bermuara pada masalah ilmu pengetahuan.
Di sini al-Attas sangat menyadari bahwa peradaban Islam adalah peradaban yang memperhatikan ilmu pengetahuan dan bahkan dibangun atas dasar ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan Islam dan pandangan hidup Islam berkaitan sangat erat sekali. Sebab, menurutnya ilmu itu “mempengaruhi sikap hidup manusia”. Jadi kesimpulan di atas bahwa pandangan hidup adalah asas peradaban tentulah benar adanya. Dan tidak salah pula jika disimpulkan bahwa hancurnya peradaban Islam adalah karena hancurnya ilmu pengetahuan Islam.

Problematika Pendidikan Islam
Berpegang pada prinsip bahwa ilmu pengetahuan dan pandangan hidup adalah ujung tombak dan guru suatu peradaban, maka tantangan ekternal yang dihadapi Muslim dewasa ini adalah ilmu pengetahuan yang bersumber dari kebudayaan Barat. Barat sendiri adalah peradaban yang tumbuh dan berkembang dari kombinasi beberapa unsur yaitu filsafat dan nilai-nilai kuno Yunani dan Romawi, serta agama Yahudi dan Kristen yang dimodifikasi oleh bangsa Eropa.[4]
-          Faktor Eksternal
Tantangan eksternal ummat Islam dewasa ini yang berbentuk ilmu pengetahuan adalah derasnya arus pemikiran Barat yang masuk kedalam pemikiran Muslim dalam bentuk konsep-konsep kunci yang sarat dengan nilai-nalai Barat.
Identitas peradaban Barat dapat dilihat dari dua periode penting yaitu modernisme dan postmodernisme. Modernisme adalah aliran pemikiran Barat modern yang timbul dari pengalaman sejarah mereka sejak empat abad terakhir. Ringkasnya modernisme adalah paham yang muncul menjelang kebangkitan masyarakat Barat dari abad kegelapan kepada abad pencerahan, abad industri dan abad ilmu pengetahuan. Ciri-ciri zaman modern adalah berkembangnya pandangan hidup saintifik yang diwarnai oleh paham sekularisme, rasionalisme, empirisisme, cara berfikir dikotomis, desakralisasi, pragamatisme dan penafian kebenaran metafisis (baca: Agama). Selain itu modernisme yang terkadang disebut Westernisme membawa serta paham nasionalisme, kapitalisme, humanisme liberalisme, sekularisme dan sebagainya.[5] John Lock, salah seorang filosof Barat modern menegaskan bahwa liberalisme rasionalisme, kebebasan, dan pluralisme agama adalah inti modernisme. Tapi yang dianggap cukup menonjol dalam modernisme adalah sekularisme, baik bersifat moderat dan ekstrim.[6] Sedangkan postmodernisme adalah gerakan pemikiran yang lahir sebagai protes terhadap modernisme ataupun sebagai kelanjutannya. Postmodernisme berbeda dari modernisme karena ia telah bergeser kepada paham-paham baru seperti nihilisme,[7] relativisme, pluralisme dan persamaan gender (gender equality), dan umumnya anti-worldview. Namun ia dapat dikatakan sebagai kelanjutan modernisme karena masih mempertahankan paham liberalisme, rasionalisme dan pluralismenya. Itulah sekurang-kurangnya elemen penting peradaban Barat yang kini sedang menguasai dunia.
Cara pandang yang berdasarkan pandangan hidup manusia barat sudah menjamur subur dewasa ini, bisa kita lihat dari cara berfikir dikotomis yang melihat Islam dengan pandangan ganda Islam historis, Islam normatif, Islam liberal dan Islam literal, kebenaran obyektif dan kebenaran subyektif, berfikir tekstual dan kontekstual adalah cara pandang yang berdasarkan pandangan hidup manusia Barat.[8] Terbukti dengan berfikir dikotomis seperti itu para cendekiawan justru semakin kritis terhadap tradisi dan khazanah pemikiran Islam daripada mengapresiasi secara kreatif dan sikap kritisnya terhadap Barat menghilang. Tuduhan Nurcholish bahwa ummat Islam memahami tradisi seperti dogma, misalnya, bukan alasan yang tepat untuk meninggalkannya. Dalam setiap agama selalu ada unsur-unsur dogmatisnya, bahkan dalam dunia sains yang rasional sekalipun aksioma-aksioma itu dipegang melebihi agama.
Ketika muslim berbicara ilmu pengetahuan Islam, sejarah Islam, dan bahkan ajaran Islam dengan menggunakan pemahaman, nilai, ide, pendekatan dan bahkan terminologi Barat. Konsep yang dihasilkan, boleh jadi tidak lagi compatible dengan pandangan hidup Islam. Mulanya memang sekedar pemikiran atau konsep tapi implikasnya akan masuk ke sistem pendidikan dan akhirnya akan membentuk pandangan hidup. Jika pemikiran Muslim sudah terbaratkan, maka bidang-bidang lain akan ikut dengan sendirinya.
Untuk itu apa yang diperlukan dalam kajian Islam di Indonesia adalah menggali kembali khazanah ilmu pengetahuan Islam dan menguasai pemikiran dan kebudayaan asing terutama Barat khususnya tentang pandangan hidupnya, filsafatnya, epistemologinya, sains dan teknologinya agar ummat Islam melahirkan konsep-konsep Islam dalam berbagai bidang dan dalam konteks kekinian atau kontemporer demi mewujudkan kembali identitas peradaban Islam.
-          Faktor Internal
Problem yang pertama adalah lemahnya tradisi pengkajian ilmu-ilmu pengetahuan doktrinal maupun pengetahuan spekulatif. Kelemahan ini mengakibatkan miskinnya konsep-konsep baru yang rasional sehingga isu-isu yang dibawa oleh kelompok modernis ataupun rasionalis yang sebenarnya tidak berasal dari tradisi intelektual Islam dianggap sebagai sesuatu yang baru dan dianggap menyegarkan. Padahal ia lebih merupakan adopsi dari pandangan Barat ataupun Orientalis yang masih perlu dikritisi. Tapi lagi-lagi tradisi kritik (naqd) belum menjadi mekanisme intelektual yang mapan.
Masalah ini menjadi lebih serius lagi jika dikaitkan dengan pembentukan disiplin ilmu baru dalam Islam. Tradisi mengadakan kajian dalam satu bidang pemikiran Islam belum bisa tumbuh sebagaimana kajian dalam bidang ilmu-ilmu sekuler, karena kekurangan sumber daya manusia ataupun belum wujudnya komunitas untuk itu. Ini berarti keahlian cendekiawan kita masih belum terklassifikasikan dalam disiplin ilmu tersendiri. Satu konsep dalam satu bidang kajian masih bercampur campur dengan konsep-konsep dalam bidang lain dan bahkan konsep-konsep yang diambil dari konsep asing masih belum sempurna diasimilasikan kedalam pandangan hidup Islam. Nampaknya semua cendekiawan dapat berbicara tentang semua masalah karena dianggap mengerti semua masalah, sehingga kita sulit menemukan seorang cendekiawan yang menekuni satu bidang khusus dan menghasilkan konsep-konsep Baru. Dalam perkembangan selanjutnya ketika masyarakat ilmiah semakin dewasa dalam memahami Islam spesialisasi dalam suatu bidang ilmu agama menjadi tuntutan masyarakat yang tidak dapat dihindarkan dan dari situ akan muncul disiplin ilmu Baru dalam Islam yang lahir dari pandangan hidup Islam.
Oleh sebab itu, Imam al-Ghazzali dalam kitab masterpiece beliau al Ihya Ulumudiin mencanangkan klasifikasi ilmu yang berupa fardhu ‘ain dan fardu kifayah dapat dikembangkan dalam konteks kekinian. Ilmu fardhu ‘ain dapat diartikan sebagai ilmu wajib individual bagi mahasiswa atau pelajar Muslim yang berupa ilmu-ilmu agama yang asasi tergantung tingkat pendidikannya. Tingkat universitas misalnya tafsir, hadits, fiqih, teologi (ilmu Kalam), metafisika dapat dimasukkan kedalam ilmu fardhu ‘ain. Ilmu fardhu kifayah adalah ilmu yang tidak mesti dituntut oleh semua Muslim, termasuk di dalamnya ilmu manusia, ilmu alam, ilmu terapan, perbandingan agama, kebudayaan Islam dan Barat, ilmu bahasa dan sastra, sejarah Islam dsb.[9] Pembagian ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah ini tidak perlu difahami secara dikotomis, karena ia hanyalah pembagian hirarki ilmu pengetahuan berdasarkan kepada tingkat kebenarannya. Ia harus dilihat dalam perspektif kesatuan integral, di mana yang pertama merupakan asas dan rujukan bagi yang kedua.
Tapi masalahnya dalam kurikulum pendidikan Islam, pengajaran ilmu-ilmu fardhu ‘ain yang berhubungan dengan keimanan dan kewajiban-kewajiban individu berhenti pada jenjang pendidikan rendah atau menengah dan tidak dilanjutkan pada tingkat universitas. Konsep hirarki ilmu pengetahuan ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah itu belum banyak dikenal di kalangan lembaga pendidikan Islam, jikapun dikenal ia masih banyak disalahpahami atau masih belum dikonseptualisasikan serta dipraktekkan secara akademis. Pembagian ini perlu ditekankan pada jenjang perguruan tinggi. Sebab masalahnya berkaitan dengan konsep ilmu (epistemologi).
Untuk mengidentifikasi problem ilmu pengetahuan pada lembaga pendidikan Islam, khususnya di Indonesia ada baiknya dibahas situasi pada 3 institusi pendidikan Islam, yaitu pesantren, madrasah dan perguruan tinggi Islam.
1)      Sistem pendidikan pesantren  
Pesantren di Indonesia terdiri dari dua sistem yaitu tradisional dan modern. Keduanya mempunyai misi tafaqquh fiddien, artinya lembaga pendidikan yang bertujuan khusus mempelajari agama. Pada pesantren tradisional misi ini dijabarkan secara kurikuler dalam bentuk kajian kitab kuning yang terbatas pada Fiqih, Aqidah, Tata Bahasa Arab, Hadith, Tasawwuf dan Tarekat, Akhlak, dan Sirah. Sementara itu bagi pesantren modern missi ini diwujudkan dalam bentuk kurikulum yang diorganisir dengan menyederhanakan kandungan kitab kuning sehingga bersifat madrasi dan melengkapinya dengan mata pelajaran ilmu-ilmu yang biasa disebut "ilmu pengetahuan umum". Pesantren tradisional yang mengkhususkan diri pada kajian ilmu fardhu ‘ain terpaksa mengorbankan ilmu fardhu kifayah dalam pengertian 'ulum al-naqliyyah. Bahkan kajian ilmu fardhu ‘ain dengan kekayaan kitabnya itu belum dapat memainkan perannya yang berarti terhadap kajian disiplin ilmu fardhu kifayah di lembaga pendidikan Islam lainnya atau pendidikan sekuler. Selain itu karena kelemahan metodologis pesantren tradisional takhassus pada satu bidang ilmu tertentu terlalu kaku, sehingga menyulitkan kerja-kerja integrasi ilmu fardhu ‘ain  dan fardhu kifayah. Di pesantren ini sangat sedikit sekali, atau bahkan mungkin tidak ada, kajian ‘ulum al aqliyah seperti logika, filsafat, metafisika, kalam, kedokteran dan lain-lain. Ringkasnya, secara umum pembagian hirarki ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah tidak nampak jelas, bahkan ilmu fardhu kifayah yang melibatkan kajian tentang alam dan hakekat manusia hampir tidak mendapat tempat dalam kurikulum pesantren tradisional itu sendiri.
Pesantren modern yang memahami tafaqquh fi al-dien dalam bentuk gabungan ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah memang berhasil memberikan wawasan yang lebih luas dibanding pesantren tradisional, namun sesungguhnya gabungan itu bukan merupakan hasil integrasi 'ulum al-naqliyyah dan 'ulum al-'aqliyyah yang didesain secara konseptual. Mata pelajaran Fisika misalnya masih belum dikaitkan dengan mata pelajaran Usuluddin, mata pelajaran Sejarah Dunia tidak mengandung Sejarah Islam atau peranan ummat Islam dalam sejarah dunia dan sebagainya. Jadi kurikulum pesantren modern bukan merupakan hasil dari konsep ilmu yang integral, tapi lebih merupakan kajian serempak ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah. Jadi, masih terbuka kemungkinan akan adanya pandangan dikotomis para santrinya. Meskipun begitu sebenarnya dengan sistem madrasi-nya yang mengharuskan pengajaran banyak materi mabadi’ al ‘ulum (ilmu-ilmu kunci) pesantren modern berpotensi untuk memproduk generalis dan lebih kondusif untuk menanamkan pandangan hidup Islam dibanding pesantren tradisional. Kedua sistem pendidikan pesantren ini sebenarnya sama-sama memiliki potensi untuk diarahkan mengkaji ilmu pengetahuan Islam secara integral. Namun hal itu tergantung kepada kapasitas kyai, ulama dan asatidzah-nya.

2)      Sistem Pendidikan Madrasah
Sistem pendidikan madrasah yang dikembangkan pemerintah sebenarnya diharapkan mampu menciptakan pelajar-pelajar yang mengetahui dan menguasai ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum sekaligus.[10] Sistem pendidikan madrasah mulanya didesain sebagai konvergensi kurikulum pendidikan pondok dan sekolah umum yang sedikit banyak serupa dengan kurikulum pesantren modern. Namun pengembangan program-program khusus atau jurusan tertentu yang memisahkan ilmu fardhu ‘ain  dan ilmu fardhu kifayah  dengan tanpa konsep yang jelas, peran madrasah dalam mengeliminir dikhotomi ilmu dalam pendidikan Islam semakin tidak nampak. Di sisi lain kegagalan sistem madrasah juga dapat dilihat dari fakta dimana prestasi kebanyakan murid-murid madrasah dalam bidang "ilmu-ilmu agama" masih tertinggal jauh dari prestasi santri-santri pondok pesantren dan dalam bidang "ilmu-ilmu umum" pula mereka tidak bisa mengimbangi prestasi murid-murid sekolah umum. Selain itu, sejauh ini nampaknya ilmu pengetahuan umum (sekuler) tidak diajarkan dalam perspektif ilmu agama.

3)      Sistem Perguruan tinggi Islam
Terlepas dari peran kemasyarakatan yang dimainkan oleh sistem pesantren, kekurangan yang paling menonjol adalah ketidakmampuan keduanya dalam mengembangkan tingkat tingginya atau perguruan tingginya. Yakni perguruan tinggi yang khas dibangun sebagai kelanjutan tradisi intelektual Islam atau sekurang-kurangnya dibangun berdasarkan pada tradisi keilmuan di pesantren. Padahal dulu hampir semua pesantren memiliki program tingkat tingginya, yang di pesantren tradisional disebut ‘ulya dan di pesantren modern disebut pesantren tinggi, meskipun tidak dilembagakan secara formal. Program itu kini sudah sangat jarang, walaupun tidak boleh dikatakan tidak ada. Kini di beberapa pesantren program itu telah diganti dengan sekolah tinggi atau institut yang mengikuti kurikulum Departemen Agama yang sebenarnya bukan sepenuhnya merupakan kelanjutan dari kurikulum pesantren. Ada pula pesantren yang mendirikan universitas dengan fakultas yang mengikuti kurikulum Departmen Pendidikan dan Kebudayaan. Isi dan produknya tentu yang tidak jauh beda dengan universitas umum. Gagasan dan usaha untuk menghidupkan program Ma'had 'aly sebagai lanjutan pendidikan pesantren ternyata terhalang oleh kemiskinan konsep dan sumber daya manusia.
Jenjang pendidikan tinggi dalam bentuk institut atau universitas yang merupakan lanjutan bagi kajian ilmu-ilmu keislaman di pesantren nampaknya belum terwujud. Akibatnya khazanah ilmu pengetahuan Islam tidak dikaji secara intensif, apalagi dikaji dan difahami dalam konteks kekinian. Di Universitas-universitas Islam fakultas-fakultas agama (fardhu ‘ain tidak berperan menjadi rujukan atau menjadi asas bagi fakultas-fakultas umum (fardhu kifayah), ia justru dimarjinalkan.


[1] Ibn Khaldun, Muqaddimah, hal. 343-400
[2] Cemil Akdogan, “Ghazzzali, Descartes, and Hume: The Geneology of Some Philosophical Ideas” dalam Islamic Studies, vol. 42, Autumn 2003.
[3] Al-Attas, SMN, Risalah Untuk Kaum Muslimin, ISTAC, Kuala Lumpur, 2001, hal. 129.
[4] Al-Attas, Syed Muhammad Naquib, Islam and Secularism, ISTAC, 1993, hlm 134.
[5] Troger Garaudy, Janji-Janji Islam, terjemahan (Jakarta, Bulan Bintang, 1982, hal 222-223)
[6] Sekularisme moderat menganggap agama sebagai urusan pribadi dan rohani manusia dan karena itu tidak boleh dicampur adukkan dengan urusan keduniaan yang berupa ilmu, politik, pertanian dll, sedangkan sekularisme ekstrim menganggap agama sebagai musuh masyarakat, tapi yang jelas keduanya menolak peran agama dalam kehidupan. Muhammad al-Bahi, Penentangan Islam terhadap Aliran Perosak, terjemahan bahasa Malaysia (Kuala Lumpur, Penerbit Hizbi, 1985 hal 52).
[7] Relativisme dan nihilisme adalah doktrin tentang nilai yang dipergunakan para pemikir post-modern untuk menggugat agama. Programnya adalah penghapusan nilai (dissolution of value) dan penggusuran tendensi yang mengagungkan otoritas. Lihat Gianni Vattimo, The End of Modernity, halaman 167, dalam karyanya Will To Power, ia menyatakan bahwa “Truth is the kind of error”, lihat Nietzsche, Friedrich, The Will To Power, lihat halaman 493.
[8] Atho Mudzhar, H.M,. Pendekatan Studi Islam, Dalam Teori dan Praktek, Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 1998.
[9] Untuk pemabahsan lebih detail lihat Wan Mohd Nur Wan Daud, The Educational Philosophy, hal. 71.
[10] Dalam konteks Islam, sebenarnya tidak ada istilah ‘ilmu-ilmu umum,’ sebab Islam menjadikan semua aspek, keperluan dan aktifitas kehidupan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Dipakainya istilah ilmu-ilmu umum dalam tulisan ini adalah semata-mata merujuk kepada penggunaannya yang sudah begitu populer di Indonesia.

0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

12 Feb 2013

cara mendownload video dari youtube

Diposting oleh Unknown di 16.13
Cara Mendownload Video You Tube


Pada posting kali ini akan membahas tentang Cara Mendownload Video Dari Youtube kenapa dari youtube? karena Youtube merupakan Broadcast Video terbesar ^_^ jadi pasti banyak video menariknya, ya kan?. Jika kita membuka video di youtube pasti tidak ada link downloadnya. Jika ada mungkin pakai IDM (Internet Download Manager) tapi yang akan kita bahas disini Tanpa Software
Selain itu bukan hanya video dari youtube yang bisa kita download tapi juga bisa untuk tempat hosting file lainya seperti Rapidshare, vimeo, dan masih banyak lagi. Jadi Cara Mendownload Video Youtube Tanpa Software ini juga bisa digunakan untuk mendownload file lainnya.


Ok to the point aja. Beriku ini Cara Mendownload Video di Youtube dan File di Rapidshare:

Masuk ke situs youtube.com rapidshare.com untuk memilih Video atau file yang akan di download.
Setelah file atau video yang di inginkan ditemukan. Copy link yang ada pada address bar browser anda. Biasanya terletak pada sebelah kiri Search Box dan bertulisan seperti ini: youtube.com/watch?bLa_Bla-bLa.


Setelah link tersebut di copy. Masuk ke Situs Download Video Youtube. Lalu paste link yang di copy tadi pada kotak yang telah disediakan. Lalu klik tombol Download.
Pilih format video yang sobat inginkan seperti .3gp .mp4 .mWeb .flv dan lain-lain. Nanti akan terbuka kotak panel download pilih direktori penyimpanan lalu klik download, jika direktori penyumpanannya tidak muncul, video atau file tersebut secara default akan tersimpan di :My Document/Download/ tinggal ditunggu aja sampai loadingnya selesai.


Mudah bangetkan Cara Mendownload Video Di Youtube. tidak seperti di KeepVid.com yang hanya bisa download video youtube untuk OS Windows saja dan harus dilengkapi Java. Selamat Mencoba.


Source/Sumber: Cara Mendownload Video Youtube Tanpa IDM Selain KeepVid | IpTek (Seven) Blog
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

11 Feb 2013

Unduh OFFICE 2010 gratiissss !!!!!!!!!

Diposting oleh Unknown di 15.26
MICROSOFT OFFICE 2010 ENTERPRISE BLUE EDITION FULLY ACTIVATED

Microsoft ofiice 2010 enterprise blue edition ini merupakan versi resmi dari produk microsoft office yang hanya digunakan oleh kalangan tertentu yang termasuk kedalam jaringan produsennya langsung yaitu microsoft tentunya. Jadi ini bukan versi pornonya microsoft office ya! bagi anda yang sempat berfikir ini microsoft office untuk dewasa itu salah besar hehe... jadi intinya adalah jika anda menginstall dan memasukan product key yang termasuk didalamnya maka anda sudah memakai microsoft office 2010 secara fully activated atau juga biasa disebut office anda telah menggunakannya dalam lisensi resmi hingga siap untuk digunakan secara optimal dan tidak memerlukan crack,keygen atau pacth yang sering kita gunakan untuk mengaktifkannya seperti pada microsoft office versi lainnya. Microsoft Office 2010 menawarkan cara baru yang luarbiasa canggih untuk membantu anda dalam mengerjakan pekerjaan anda, di rumah ataupun di sekolah - kemudahan dalam penggunaan di web browser komputer ataupun di smartphone membuat semakin menarik perhatian dalam penggunaan microsoft office 2010 dalam memunculkan ide-ide terbaru dimana ada banyak tool menarik yang mampu menunjang pekerjaan anda.


Microsoft Office 2010 Blue Edition Terdapat :

- Microsoft Word 2010
- Microsoft Excel 2010
- Microsoft Outlook 2010
- Microsoft PowerPoint 2010
- Microsoft OneNote 2010
- Microsoft Access 2010
- Microsoft InfoPath 2010
- Microsoft Publisher 2010
- Microsoft Project 2010
- Microsoft SharePoint Designer 2010
- Microsoft SharePoint Workspace 2010
- Microsoft Visio 2010

Sistem Yang Diperlukan :


Processor: 2.5 GHz.
RAM: 2 GB recommended (minimum 1 GB).
Hard drive: depends on the parameters set

Year: 2010
OS: Windows All
Developer: Microsoft
Interface: English / Multilanguage
Tablet: Is present


SCREENSHOT :







Gimana? cukup jelas dan keren kan? Jadi tidak usah banyak mikir lagi langsung saja di Unduh dan digunakan secara Gratis softwarenya di link dibawah ini :

( Silahkan mengunduh dan gunakan software ini dengan bijak - Terimakasih)

MICROSOFT OFFICE 2010 ENTERPRISE BLUE EDTION FULL ACTIVATED + TOOLKIT



MIROR

http://adf.ly/933Uj

: BONUS :

MICROSOFT OFFICE 2007 ENTERPRISE BLUE EDITION :

http://adf.ly/90L1u
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Jutawan Baru dari Bisnis Pesawat Online

Diposting oleh Unknown di 03.47

Selamat Datang

Cara Mudah Memiliki Bisnis Tiket Pesawat Online Akhirnya Ditemukan !

JADILAH JUTAWAN-JUTAWAN BARU
DARI BISNIS TIKET PESAWAT ONLINE

Jika Anda Bisa Mengetik dan Akses Internet, Anda Sudah Memiliki Syarat yang Cukup Untuk Menghasilkan Uang dariBisnis Tiket Pesawat Online

Rekan Netter ...
Prospek Bisnis online di bidang penjualan tiket pesawat masih sangat besar peluangnya, selama perusahaan penerbangan masih ada dan dunia pariwisata terus berkembang, bisnis tiket pesawat masih layak untuk dipertimbangkan, hal yang perlu diperhatikan adalah menjamurnya pusat penjualan tiket dimana – mana, sehingga daya saing semakin tinggi, perlu suatu terobosan yang inovatif agar tetap bersaing sehat. Ini lah yang menjadi pertimbangan birotiket.com sehingga membuka peluang bisnis online menjadi biro tiket pesawat secara online dengan modal sedikit tetapi hasil yang sangat luar biasa..
Tahukah anda bahwa Internet juga bisa digunakan untuk menjalankan bisnis jutaan rupiah dengan modal terjangkau? Ya, kini anda dapat memanfaatkan Internet agar dapat menghasilkan jutaan rupiah per bulannya.

BERIKUT INI BUKTI KESERIUSAN KAMI
MENGAJAK ANDA MEMULAI USAHA BISNIS TIKET PESAWAT SECARA ONLINE

klik gambar untuk perbesar

Menjadi Biro Tiket Pesawat tidaklah sesulit yang anda bayangkan bisa dilakukan kapan saja dimana saja oleh anda yang berprofesi sebagai karyawan, Pengusaha, ibu rumahtangga, mahasiswa, atau siapa saja! DIJAMIN, Anda tidak ingin melewatkan Peluang berharga ini...
Resiko ? Setiap Bisnis mempunyai resiko, Hal terpenting adalah bagaimana strategi anda mengolah resiko menjadi profit, salah satu cara mencari peluang bisnis dengan nilai investasi yang kecil.
Berapa modal yang anda keluarkan? Untuk menjadi agen penjualan tiket pesawat onlinesangatlah murah yaitu hanya sebesar Rp. 150000,- saja. Itu tidak seberapa mahal jika dibanding anda menjadi agen penjualan tiket secara offline.

KEUNTUNGAN APA SAJA YANG AKAN ANDA DAPATKAN ?
1. Proses reservasi / booking bisa dilakukan darimana saja dan kapan saja di seluruh wilayah Indonesia.
2. Data yang transparan langsung dari airline.
3. Proses reservasi langsung dilakukan dari sistem airline.
4. Anda bisa mencetak sendiri tiket anda dan penumpang anda bisa langsung terbang.
5. Pembayaran melalui transfer bank sehingga bisa lebih cepat dan akurat.
6. Anda bisa menjual kembali tiket tersebut kepada orang lain dengan harga pasar.
Selain beberapa keuntungan di atas, masih banyak lagi keuntungan yang akan anda dapatkan jika bergabung bersama www.birotiket.com, selengkapnya silahkan klik disini


BISNIS YANG BIASA TETAPI MEMILIKI
POTENSI PENGHASILAN YANG LUAR BIASA
Bergabung? silahkan klik disini
Kantor TIM Kurator PT. Metro Batavia (dalam pailit)
Ruko Cempaka Mas Blok B-24
Jl Letjen Suprapto Jakarta Pusat
Telp : (021)-42870832


Tata Cara Endorse Batavia ke Citilink :
Untuk penerbangan mulai tg 11 Feb'13 dapat ditukar di kantor Citilink. Proses re-booking mulai tanggal 8 s/d 28 feb 2013
Rute yang dilayani CGK-BTH vv, UPG-CGK, SUB-LOP vv dan CGK-DPS vv.
Penerbangan hanya disediakan untuk tanggal keberangkatan (DOT) sampai tanggal 30 April 2013.
Bagi yang memiliki ticket Batavia Air setelah tanggal 30 April'13 dpt meminta re-booking untuk penerbangan sebelum 30 April'13.
Dokumen yang harus dibawa yaitu Print Tiket Batavia Air, Identitas Resmi Asli dan 1 Lembar Fotocopy (KTP,SIM/Paspor), Petugas Ticketing Citilink akan melakukan Validasi data ticket tersebut.
Penumpang eks Batavia Air hanya dikenakan biaya IWJR sebesar Rp. 5.000,-.
Tempat re-booking : Jakarta--Kantor Penjualan Gunung Sahari; Surabaya--Juanda Bussines Center Blok C1-2; LOP,DPS dan UPG dikantor penjualan Citilink di Airport.


Tata Cara Endorse Batavia ke Mandala atau Tiger :
Pengalihan penumpang Batavia ke Maskapai Mandala atau Tiger
Untuk rute berikut SUB-CGK, CGK-SUB, CGK-PKU, CGK-PDG, CGK-KUL
Bisa Menghubungi Call Center Mandala atau Tiger airways (081 316 673 654) KRISTIN
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Menjadi Developer Property Itu Mudah !!!

Panduan Developer Property Banner 200x600b

Raja Perumahan

Panduan Developer Property Banner 300x300a

Kursus Kilat Bisnis Property

Panduan Developer Property Banner 300x250b

Outline Psikologi Agama 2013

DOWNLOAD

Buku Ilmu Jiwa Agama

DOWNLOAD

Raja Property

Panduan Developer Property Banner 200x600b

My Personality Site

My Personality Site
Memilih Belajar dan Mengajar sebagai Jalan Hidup

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

SAVE OUR WORLD

Visitors

animasi bergerak naruto dan onepiece
My Widget
السلام عليكم

Blog Archive

  • ▼  2013 (83)
    • ▼  Juli (4)
      • Investasi Property
      • Investasi Cerdas
      • Dapat Uang Dari Google Adsense
      • Cari Uang di Internet
    • ►  Juni (4)
    • ►  Mei (4)
    • ►  April (26)
    • ►  Maret (24)
    • ►  Februari (21)
Diberdayakan oleh Blogger.

Belajar Bisnis Property

Panduan Developer Property Banner 200x600b
 

© 2010 My Web Blog
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Agus Ramadhani | Zoomtemplate.com